Management Pendidikan Non Resmi

Management Pendidikan Non Resmi

Management pendidikan luar sekolah memberikan wacana mengenai karakter dan jenis macam pendidikan non-formal, dan ide dasar dan ketrampilan management untuk mengurus instansi pendidikan non-formal yang mencakup lan-samarinda.com ketrampilan berencana, penekanan pengkajian dipusatkan pada rencanaan taktik dan gagasan operasional. Ketrampilan seterusnya, penataan penerapan, instansi pendidikan non-formal tercakup didalamnya konsep dan program andragogi. Ketrampilan selanjutnya ialah penilaian penyelenggaraan pendidikan non-formal.

Pemahaman Pendidikan
Pendidikan (education) secara semantik asal dari bahasa yunani paidagogia yang bermakna pertemanan dengan beberapa anak. Pedagogos ialah seorang nelayan atau lajang dalam jaman yunani kuno yang kerjanya jemput dan mengantarkan beberapa anak ke dan dari sekolah. Disamping itu, di tempat tinggalnya anak itu selalu dalam pemantauan dan pengamanan beberapa paedagogos. Istilah ini asal dari kata paedos yang bermakna anak, dan agogos yang bermakna saya menuntun atau pimpin.

Menurut Langeveld (1971: 5) pendidikan ialah setiap usaha, dampak, pelindungan, dan kontribusi yang diberikan ke anak tertuju ke pendewasaan anak itu, ataupun lebih pas menolong anak supaya cukup, mahir melakukan pekerjaan hidupnya sendiri. Dampak ini hadirnya dari orang dewasa (orang yang dibuat oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, perputaran hidup setiap hari dan lain-lain) dan diperuntukkan ke orang yang masih belum dewasa. Dalam sudut pandang keindonesiaan, pemahaman, peranan, dan tujuan pendidikan dirumuskan dalam Undang-Undang Mekanisme

Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 dan 3 “pendidikan ialah usaha sadar dan terkonsep untuk merealisasikan situasi belajar dan proses evaluasi supaya peserta didik dengan aktif meningkatkan kekuatan dianya untuk memiliki kemampuan religius keagamaan, pengaturan diri, personalitas, kecerdasaan, dan adab mulia, dan ketrampilan yang dibutuhkan dianya, warga, negara dan bangsa”. Pendidikan nasional berperan meningkatkan kekuatan dan membuat karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rencana mencerdaskan kehidupan bangsa, mempunyai tujuan untuk mengembangnya kekuatan peserta didik supaya jadi manusia yang memiliki iman dan bertakwa ke Tuhan Yang Maha Esa, Bermoral mulia, sehat, memiliki ilmu, mahir, inovatif, berdikari, dan jadi masyarakat negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Pemahaman Pendidikan Non Resmi

Pengertian pendidikan non-formal menurut Ketentuan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 pasal 1 ialah lajur pendidikan di luar pendidikan resmi yang bisa dilakukan dengan terancang dan bertahap. Menurut Sudjana ( 2010 : 13) Pendidikan non resmi adalah salah satunya dari beberapa istilah yang muncul pada studi kependidikan pada tahun akhir tujuh beberapa puluh. Iatilah-istilah pendidikan yang berkembang pada tingkat internsional mula waktu itu ialah: pendidikan sepanjang hayat (life long education), pendidikan penyempurnaan (recurrent education), pendidikan kekal (permanent education), pendidikan tidak resmi (tidak resmi education), pendidikan warga (community education), pendidikan peluasan (extention education), pendidikan massa (mass education), pendidikan sosial (social education), pendidikan orang dewasa (adult eduction), dan pendidikan berkesinambungan (continuing education).

Leave a comment